Selasa, 05 Mei 2020

Pemuda Masa Corona

Sumber images : https://www.matakota.id/uploads/images/news/1581073203871.jpg


Oleh : Tanaka Ketua PR IPNU Desa Sutopati


Hahahaha mari tertawa bersama untuk negeri

Untuk kelucuan dimasa ini yang teramat ngeri

Dimana jutaan pemuda sedang merasa tak takut mati

Melihat keadaan dari keputusan yang membuat keadaan tanpa kendali

 

 Bung!! generasi pemuda yang kau inginkan sedang berperang

 Hadapi virus sialan yang sengaja di lepaskan

 Hadapi putusan seorang pembantu yang mengaku lidah jutaan orang

 Virus dari sampah yang sudah tak di perlukan dalam kehidupan

 

Bung !! Aku salah satu dari jutaan

Yang mengejar sampah layaknya berburu babi hutan

Tonggak kecil bekas sisa rumput gajah bersaksi

Dari tetes asin keringat ketika kami kejar si babi

Menyebalkan bung!!

 

 Harusnya kami datang ke surau dengan gembira

 Sial nasib ini bung!!

 Harusnya kami berteriak saur saur saur di sebuah mushola

 Tragis sekali bung!!

 

 Ketika kami ingin tidur dan justru 24 jam kami terjaga

 Kami lelah bung !!

 Tapi kami tidak siap menerima kabar dari seoraang tetangga kehilangan harta

 Kami menggila bung!!

 Saat nyawa lebih kami murahkan dari tabung gas 3 kiloan


Redaktur Kartika News


Jumat, 17 Agustus 2018

CBP & KPP, Pemeran Dibalik Suksesnya Paskibra Kajoran 2018
Foto Bersama : Zidan DKAC CBP (kiri) & Ida DKAC KPP (kanan) foto bersama Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Sekolah dan Paskibra Kecamatan Kajoran

Kartika News, Kajoran - IPNU&IPPNU sebagai organisasi yang menjadi wadah berhimpunya pelajar mempunyai peran penting dalam peningkatan nasionalisme bagi pelajar. Upaya peningkatan nasionalisme bagi pelajar sudah menjadi hal wajib bagi IPNU&IPPNU untuk dilaksanakan. Melalui lembaga Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) ini organisasi IPNU&IPPNU membuktikan dedikasinya untuk terus membentuk generasi cerdas bangsa melalui bidang bela negara bagi para pelajar Indonesia. 

PAC IPNU&IPPNU Kecamatan Kajoran melalui CBP&KPP melakukan pendampingan aktif untuk menyukseskan upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73 dengan menjadi asisten pelatih PASKIBRA Kecamatan. Eksistensi CBP&KPP Kecamatan Kajoran juga ditunjukkan ketika  mendampingi PASKIBRA Kecamatan dalam pelaksaan Upacara Peringatan HUT RI ke-73 di Lapangan Desa Kajoran, Kecamatan Kajoran, Jumat (17/8). 

Melalui CBP&KPP ini pelajar di Kecamatan Kajoran dibentuk untuk mempunyai karakter sebagai kader bangsa yang suatu saat nanti akan menjadi pemimpin di negeri ini. (nandcbp)

Minggu, 25 Februari 2018

Pelantikan PAC IPNU IPPNU Kajoran dan Pimpinan Ranting IPNU & IPPNU Sutopati
Pelantikan PAC IPNU Kecamatan Kajoran

Kartika News, Kajoran - Pasca Konferancab dan Pembentukan Struktur Organisasi oleh tim formatur, akhirnya PAC (Pimpinan Anak Cabang) IPNU dan IPPNU Kecamatan Kajoran dilantik pada Ahad, 25 Februari 2018.

Tak hanya pengurus PAC saja yang dilantik melainkan pengurus Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU Desa Sutopati. Karena acara tersebut bertepatan dengan hari lahir IPNU ke-64 maka tema yang ditentukan adalah "Pelajar NUsantara Berkualitas di Era Kuantitas". Dengan tema tersebut, diharapkan kualitas pengurus IPNU dan IPPNU di kecamatan Kajoran meningkat agar menjadi teladan bagi pelajar lain.

Pelantikan PAC IPPNU Kecamatan Kajoran

Acara Pelantikan ini digelar di Komplek Kecamatan Kajoran. Lebih dari 200 orang menghadiri acara tersebut yang terdiri dari pembina, tamu undangan, pengurus dan delegasi dari ranting dan komisariat se-kecamatan Kajoran.

Pembina dan tokoh - tokoh IPNU di kecamatan Kajoran turut memberi pembekalan agar nantinya para pengurus bisa istiqomah dan tak kehilangan arah ketika berjuang di IPNU dan IPPNU.

Setelah rangkaian acara Pelantikan selesai, dilanjut dengan Rakerancab (Rapat Kerja Anak Cabang) yang bertujuan untuk memutuskan program kerja yang akan dikerjakan dalam satu masa khidmat mendatang.

Reporter : Ica Annajmussaqib

Rabu, 22 November 2017

Badik dan Vivi Lestari Terpilih Menjadi Ketua PAC IPNU & IPPNU Kajoran 2017-2019
Badik dan Vivi Lestari
      Kartika News, Kajoran – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran mengadakan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di MTs Ma’arif Wuwuharjo Kajoran , Minggu(12/11). Kegiatan yang dilaksanakan rutin 2 tahun sekali ini menjadi wahana berkumpulnya kader IPNU-IPPNU se Kecamatan Kajoran dari kalangan ranting, komisariat dan anak cabang. Konferancab merupakan forum diskusi tertinggi di tingkat anak cabang ini membahas beberapa hal yaitu: 1)pokok-pokok program organisasi dalam 2 tahun kedepan; 2)rekomendasi organisasi dan 3)memilih ketua IPNU dan IPPNU.

      IPNU-IPPNU sebagai bagian integral dari generasi muda Indonesia yang berstatus sebagai pelajar menjadi sangat penting keberadaannya. Ide/gagasan yang inovatif menjadi ciri utama setiap kader IPNU-IPPNU dalam menghadapi dinamika yang terjadi di negeri ini.

     Badik dan Vivi Lestari adalah kader IPNU-IPPNU yang terpilih untuk memimpin berjalannya organisasi PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kajoran Masa Khidmat 2017-2019. Kedua ketua yang sebelumnya menjadi telah malang melintang dalam perkembangan masa khidmat sebelumnya ini sama-sama mempunyai orientasi untuk memajukan IPNU-IPPNU Kajoran sebagai wadah mengoptimalkan potensi yang dimiliki anggota IPNU-IPPNU se Kecamatan Kajoran. (nandcbp)

Minggu, 03 September 2017

Pemantaban Calon Dewan Kerja Ranting Kecamatan Kajoran
instagram.com/dkr.kajoran/

  Kajoran - Dewan Kerja Ranting (DKR) Kecamatan Kajoran mengadakan kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (2-3/09) atau biasa disebut Persami di SD Negri Banjaragung dalam rangka pemantaban calon DKR Kecamatan Kajoran Periode 2017 - 2019.

  Acara ini sekaligus menjadi seleksi bagi para peserta, serta pembentukan mental fisik agar merka lebih siap untuk menjadi seorang DKR.

  Dalam waktu kurang dari seminggu, panitia berhasil menyiapkan acara ini dengan sangat baik. Untuk pesertanya sendiri total ada 37 anak yang berasal dari 3 SLTA di Kecamatan Kajoran, yakni SMK Ma'arif Walisongo, MA Salafiyah & MA Al Iman.

  Sayangnya kekompakan antar peserta masih kurang, hal itu terlihat dari kerjasama mereka ketika membangun tenda. Oleh karena itu, lewat acara ini diharapkan calon DKR bisa lebih kompak lagi.

  "Kekompakan, tanggung jawab, kreatifitas dan kedisiplinan mereka (calon DKR) harus lebih ditingkatkan lagi agar bisa bersinergi dengan baik" ujar Landung Santoso, Pembina DKR Kecamatan Kajoran.

  Selain itu, peserta juga diberi tugas untuk membuat proposal tentang Jambore Penggalang SD/SMP sebagai latihan sebelum mereka bertugas sebagai DKR.

  Untuk kedepannya, akan diadakan acara pembinaan struktural untuk calon DKR agar ide - ide mereka bisa keluar & tentunya untuk melengkapi manajemen DKR itu sendiri.

Reporter & Editor : Ica Annajmussaqib

Jumat, 01 September 2017

SMK Ma'arif Walisongo Kajoran Siap Juara 1 Lomba Web Design and Development Kabupaten Magelang 2017
Foto Bersama : Para jawara foto bersama, Nafi Ali Alawi (kiri), Achmad Masduqi (tengah), Ilvan Ardiyanto (kanan)

      Kartika News, Kajoran - Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Mata Lomba Web Design and Development telah sukses dilaksanakan SMK Ma'arif Walisongo Kajoran Magelang, Kamis (31/08). Kegiatan yang dimulai sejak hari Selasa 29 Agustus ini mempunyai tujuan pengembangan keterampilan siswa dalam bidang Web Design and Development.


     Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan yang secara konsisten diadakan oleh sekolah berbasis teknologi informatika asal sebuah daerah di lereng Gunung Sumbing ini (Magelang). Kompetisi berkelas yang diadakan oleh Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Ma'arif Walisongo Kajoran ini diikuti 14 siswa dari perwakilan kelas X, XI dan XII.



Orientasi Kegiatan


     Kompetisi siswa tingkat sekolah ini salah satu orientasinya untuk menyiapkan peserta dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Magelang yang akan dilaksanakan pertengahan september mendatang. Menyiapkan diri menghadapi era ekonomi global baru-baru ini menjadi orientasi lain yang juga sangat penting untuk membentuk insan cerdas, siap berkarya dan siap kerja dalam bingkai smart, religious dan professional. LKS Web Design and Development tahun ini mengambil tema "Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045".



Kejuaraan


     Nafi Ali Alawi (XII RPL) meraih tropi juara pertama pada perlombaan, Ahmad Masduqi (XII RPL) meraih juara II dan tropi Juara III diraih oleh Ilvan Ardiyanto (X RPL).

Kamis, 27 Juli 2017

HUT Ke-72 RI : Paskibra Kajoran Tak Disiapkan Dengan Baik

    Kartika News, Kajoran – Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) Kecamatan Kajoran yang disiapkan untuk kegiatan HUT Ke-72 RI kurang disiapkan dengan baik. Tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyiapan pasukan pada tahun ini baru dimulai kurang dari 1 bulan sebelum pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan. “Persiapan tahun ini kurang matang”, sebuah kalimat hasil evaluasi dari tahun ke tahun yang tidak pernah dipakai oleh pihak pemerintahan yang mempunyai kewenangan dalam penyiapan hal tersebut.

    Ketidaksiapan Kecamatan Kajoran menuju peringatan HUT RI tahun ini dapat diperkuat setelah terlaksananya latihan Paskibra pertama di Lapangan Mranggen Kajoran, Senin (23/7). Pasalnya dalam latihan tersebut hanya terlihat 2 sekolah tingkat menengah atas yang mengikuti. Yaitu MA Salafiyah Penjalinan dan SMK Ma’arif Walisongo Kajoran. Dalam artian pada latihan tahun ini MA Al-Iman Mranggen tidak masuk dalam daftar sekolah yang ditunjuk oleh tim pelatih. Hal ini tentunya memunculkan banyak protes dari berbagai kalangan. Entah itu dari pihak sekolah yang mengikuti latihan ataupun dari pihak internal MA Al-Iman Mranggen sendiri.

     Ketidaksiapan panitia ini menimbulkan kekecewaan dari salah satu siswa MA Al-Iman Mranggen. “Kenapa sekolah saya tidak bisa bergabung  latihan Paskibra dengan sekolah yang lain di Kajoran?” ungkap Ria, siswa MA Al-Iman Mranggen Kajoran. Hal tersebut tentunya menggambarkan bahwa pemerintah Kecamatan Kajoran sebagai panitia penyelenggara tidak bisa menggali dan melihat potensi pelajar di Kajoran sebagai aset untuk Paskibra. Padahal ketika dilihat, potensi MA Al-Iman Mranggen Kajoran juga tidak jauh berbeda dengan 2 sekolah yang diikutkan. “Mereka sangat berpotensi, beberapa kali siswa MA Al-Iman Mranggen juga mengikuti Upacara di Kantor Setda Kabupaten Magelang” ungkap salah satu pengurus KNPI Kabupaten Magelang.



    Sebuah hal yang sangat disayangkan, sebuah kesatuan jajaran pemerintahan tingkat kecamatan tidak dapat menggali potensi masyarakatnya khususnya kalangan pelajar. Padahal pelajar sebagai generasi bangsa yang seharusnya mendapat tempat yang spesial dalam penggalian minat dan bakatnya dalam rangka menyiapkan diri menjadi pemimpin di negeri ini.

Reporter : Muhammad Adnan

Jumat, 19 Mei 2017

MAKESTA : Persatuan Untuk Menyongsong Masa Depan Cemerlang

    Kartika News - Pada hari jum'at 19 Mei 2017, Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kajoran mengadakan acara yang sangat besar, yaitu MAKESTA atau Masa Kesetiaan Anggota dengan tema "Persatuan Untuk Menyongsong Masa Depan Cemerlang.

    Acara ini diadakan di Gedung MA dan MTs Salafiyan Penjalinan, Kecamatan Kajoran yang dimulai pada pukul 15.00 dan dijadwalkn selesai pada hari Minggu pukul 14.30. Ada 53 peserta yang mengikuti acara ini baik dari ranting atau komisariat dan dari PAC IPNU IPPNU itu sendiri.

    Pada hari pertama, acara ini dibuka dengan sambutan - sambutan dari MWC NU Kecamatan Kajoran dan Tokoh Masyarakat dari Kecamatan Kajoran. Para peserta-pun terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara ini.

    Karena pesertanya ada yang berasal dari PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran, maka materi yang diberikan pun dibedakan sesuai dengan tanggung jawab yang diemban oleh para peserta. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan kader - kader PAC IPNU IPPNU Kajoran yang siap mempersiapkan masa depan cemerlang, sesuai dengan temanya, yaitu "Persatuan Untuk Menyongsong Masa Depan Yang Cemerlang".

    Saat ini memang sedang marak muncul gerakan - gerakan radikal untukmemecah belah NKRI, sehingga acara seperti ini sangat penting untuk mempersatukan generasi - generasi NU yang siap membela NKRI. Semoga dengan acara ini, persatuan kita makin kuat agar bisa memerangi gerakan radikal tersebut.

Reporter : Ica Annajmussaqib

Selasa, 28 Februari 2017

LIMA MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) MELAKSANAKAN SIMULASI UNBK DI SMK MA’ARIF WALISONGO KAJORAN


KARTIKA NEWS, Kajoran – Lima Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Kajoran melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dalam 3 gelombang, Senin-Selasa, (28-29/02). Madrasah yang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran ini terdiri dari MTs Walisongo Sidowangi, MTs Al-Iman Sangen, MTs Al-Iman Mranggen, MTs Al-Islam Wonogiri dan MTs Ma’arif Wuwuharjo.

Pengadaan perlengkapan dan efisiensi waktu dalam persiapan menjadi masalah utama lima sekolah ini sehingga harus melaksanakan simulasi di salah satu sekolah tingkat menengah atas yang dari segi persiapan sudah bisa dikatakan hampir matang. Bahkan kehabisan stok perlengkapan UNBK di toko-toko komputer juga menghiasi masalah dalam perpindahan era menuju era digitalisasi ini. “kemarin saya dapat kabar, di salah satu toko komputer sudah ada yang kehabisan stok perlengkapan, bahkan salah satu sekolah rela membeli monitor tabung demi kelancaran UNBK karena monitor LCD dan LED sudah kehabisan stok”, ungkap salah satu guru yang menuturkan belum siapnya secara maksimal UNBK tahun ini.

Simulasi kali ini mempunyai hubungan yang bersifat mutualisme. MTs yang menginduk merasa diuntungkan dalam segi persiapan perlengkapan, yaitu sebagian besar komputer client, jaringan internet dan komputer server yang sudah disediakan sekolah induk. Walaupun setiap sekolah yang menginduk juga harus menutup kekurangan beberapa komputer client yang memang dari segi jumlah masih kurang karena banyaknya kebutuhan yang harus disiapkan. Begitu juga dari pihak sekolah induk yang statusnya sekolah menengah atas juga mendapatkan dampak positif dari pelaksanaan UNBK oleh lima sekolah yang dipusatkan di sekolah ini. Pasalnya proses sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sangat tertolong dengan ikutnya 202 peserta tingkat MTs tersebut.

Acara yang dimulai dari pukul 07.30 sampai 15.00 WIB ini juga mengalami beberapa kendala diantaranya jauhnya jarak rumah siswa menuju sekolah induk (tempat pelaksanaan simulasi), bahkan beberapa dari mereka harus memutari salah satu pegunungan di daerahnya menuju sekolah tujuan. Padamnya listrik dari PLN dalam rangka penebangan pohon di daerah kota untuk keperluan persiapan UNBK juga menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan simulasi UNBK tersebut, ehingga dalam pelaksanaan hari kedua digunakan diesel untuk menunjang tetap berjalannya kegiatan tersebut.

Reporter : Muhammad Adnan