Jumat, 17 Agustus 2018

CBP & KPP, Pemeran Dibalik Suksesnya Paskibra Kajoran 2018
Foto Bersama : Zidan DKAC CBP (kiri) & Ida DKAC KPP (kanan) foto bersama Camat, Danramil, Kapolsek, Kepala Sekolah dan Paskibra Kecamatan Kajoran

Kartika News, Kajoran - IPNU&IPPNU sebagai organisasi yang menjadi wadah berhimpunya pelajar mempunyai peran penting dalam peningkatan nasionalisme bagi pelajar. Upaya peningkatan nasionalisme bagi pelajar sudah menjadi hal wajib bagi IPNU&IPPNU untuk dilaksanakan. Melalui lembaga Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) ini organisasi IPNU&IPPNU membuktikan dedikasinya untuk terus membentuk generasi cerdas bangsa melalui bidang bela negara bagi para pelajar Indonesia. 

PAC IPNU&IPPNU Kecamatan Kajoran melalui CBP&KPP melakukan pendampingan aktif untuk menyukseskan upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-73 dengan menjadi asisten pelatih PASKIBRA Kecamatan. Eksistensi CBP&KPP Kecamatan Kajoran juga ditunjukkan ketika  mendampingi PASKIBRA Kecamatan dalam pelaksaan Upacara Peringatan HUT RI ke-73 di Lapangan Desa Kajoran, Kecamatan Kajoran, Jumat (17/8). 

Melalui CBP&KPP ini pelajar di Kecamatan Kajoran dibentuk untuk mempunyai karakter sebagai kader bangsa yang suatu saat nanti akan menjadi pemimpin di negeri ini. (nandcbp)

Senin, 02 April 2018

Kampung Nahdlatul Ulama
Jalan Masuk kampung NU

Kartika News, Mancak - Terletak di Kampung Sumur Rt 009/Rw002 Desa Winong Kecamatan Mancak Kabupaten Serang; Banten, sebuah kawasan bernama "Kampoeng Nahdlatul Ulama" berdiri. Sebuah kampung kecil di pelosok Serang bagian barat.

Awal mula berdirinya kampung ini adalah atas gagasan inisiatif dari sosok Andis Kurniawan yang "konon" merupakan ketua PAC Ansor Kecamatan Mancak yang kemudian gagasan ini mendapat respon dan dukungan positif oleh Sahabat Ansor dan Banser di kecamatan tersebut.

Pada mulanya, di Kampung ini Banser sangatlah asing, "Perlu diketahui bahwa Banser baru ada sejak saya ikut DTD. Istilah Banser sangatlah asing disini, pakaiannya yang loreng khas Banser juga terlihat asing" ungkapnya melalui pesan WA pada Minggu, (01/04/2018).

Pihaknya bersyukur karena setelah kurang lebih 1 tahun berjalan, sudah dua kali mengirim para pemuda untuk bergabung menjadi Banser. "Sekitar 25 Banser (Yang sudah ada) sekarang", jelasnya. 

Gagasan "Kampoeng Nahdlatul Ulama" 

Awal mula munculnya ide membuat "Kampoeng Nahdlatul Ulama" adalah sebab keprihatinan sosok Andis terhadap mayoritas warga Kampungnya yang beramaliyah 100% Aswaja An-Nahdliyyah, namun ketika ditanya "Apa itu NU ?" mereka masih kebingungan.

"Berawal dari keprihatinan saya terhadap warga di lingkungan saya yang beramaliyah Aswaja An-Nahdliyah, akan tetapi tidak mengerti apa itu "Nahdlatul Ulama". Di kampung saya ini, awal mulanya jarang dan bahkan sulit sekali menemukan bendera NU dan Banomnya, akan tetapi lebih mudah untuk menemukan bendera-bendera partai" ungkap Andis.

Sejak saat itulah, Andis menemui Ahmad Nuri (PW GP Ansor Banten) dan bercerita mengenai keluh kesah yang terjadi di kampungnya. Tak lama setelah itu, Andis mengikuti kegiatan DTD bersama 12 orang lainnya yang bertempat di Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang.

Kepedulian sosok Andis terhadap ghiroh Nahdlatul Ulama di kampungnya yang mulai vakum, tidak hanya berhenti disitu saja. Ia dan rekannya, Athoulloh (designer kaligrafi pada tulisan gapura Kampung NU) terus melangkahkan kakinya dan memantapkan jiwanya untuk memperkenalkan dan membumikan kembali nama NU di kampung tercintanya.

Pemasangan kaligrafi Nahdlatul Ulama

"Kami memperkenalkan NU disini berjuang dari gardu ke gardu, dari warung satu menuju warung lain untuk mengajak anak-anak muda supaya mau bergabung kepada Nahdlatul Ulama. Tak hanya itu, kami membentuk wadah pengajian bernama Majelis Al-Khoirot. Wadah inilah yang menjadi sarana dalam memperkenalkan dan menyebarkan benih-benih Nahdlatul Ulama kepada generasi-generasi kami yang masih awam mengenai NU secara struktural, supaya tidak terkontaminasi oleh gerakan-gerakan lain yang bersifat "Radikal" seperti yang belakangan ini marak di Indonesia, yakni Hisbut Tahrir (HTI)" kenang Andis. 

Masih, kata Andis seiring berjalannya waktu gagasan Andis mulai diterima dan diapresiasi oleh masyarakat kampungnya sebab kehadirannya menitikberatkan pada manfaat untuk ummat. "Singkat cerita, terakhir 4 orang anggota kami mengikuti PKPNU Angkatan 1 di Kabupaten Serang". 

"Kami ingin menunjukan bahwa di kampung kami, NU itu ada. Bukan hanya sekedar mitos belaka. Kami ingin nantinya generasi kami bergabung dengan kami, berjuang melalui NU supaya tidak mudah diombang-ambing pemikiran lain yang menyalahi kodrat NU. Saatnya kita mengibarkan bendera NU setinggi-tingginya, merasa cinta dan bangga kepada NU. Nah untuk mewujudkan hal ini, kami perlu panggung. Akhirnya munculah ide merayakan Harlah NU yang mirisnya seumur-umur baru pertamakali terselenggara di kampung kami. Bertepatan dengan bulan Rojab ini, kami (PAC Ansor Kecamatan Mancak) menyelenggarakan kegiatan peringatan "Isro' mi'raj" yang akan dihadiri oleh Guru Mulia Abuya Muhtadi Dimyathi, Cidahu-Pandeglang, Banten. (8 April 2018) yang akan di selenggarakan atas kerjasama dengan masyarakat setempat berlokasi di halaman mushola Al-Hidayah, Winong. 

Terakhir, Andis berharap supaya setelah terselenggaranya acara Harlah NU nanti, dan diawali dengan berdirinya gapura NU di kampung ini, orang dengan bangga, gagah dan berani mengatakan "Saya NU, Saya bangga jadi warga NU". Karena NU adalah kita, dan kita adalah NU. 

Salam, NU selalu di hati !.

Reporter : Vinanda Febriani | PAC IPPNU Borobudur

Selasa, 27 Maret 2018

Peringati Hari Lahir, PC IPNU & IPPNU Kabupaten Magelang Gelar Festival Seni Budaya
Festival Seni Budaya dalam rangka peringatan harlah IPNU ke-64 dan IPPNU ke-63
Kartika News, Mungkid - Dalam rangka memperingati hari lahir IPNU ke-64 dan IPPNU ke-63, PC (Pimpinan Cabang) IPNU dan IPPNU Kabupaten Magelang mengadakan Festival Seni Budaya (25/3). Acara ini dimeriahkan oleh Mansa Voice, Cakrawala Band, dan Damar Jombad yang diiringi dengan instrumen Gending Jawi.

Festival ini digelar di Gedung PCNU Kabupaten Magelang, tepatnya di area aula. Herni Ambarwati selaku penanggung jawab acara mengaku sangat senang atas partisipasi pelajar NU di Kabupaten Magelang mulai dari tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang), PR (Pimpinan Ranting) dan Komisariat dalam memeriahkan acara tersebut.

"Festival ini bertujuan untuk menggali skill dan potensi Pelajar seluruh kabupaten Magelang." ucam Herni.

Walau demikian, acara ini sempat mengalami sedikit kendala karena para tamu undangan terlambat menghadiri acara ini. Namun tidak menjadi masalah karena acara ini tetap berlangsung sesuai jadwal.

"Dalam menangani hal semacam ini kami tetap berpatok pada jadwal acara" tungkas Herni, Ketua PC IPPNU Kabupaten Magelang di tempat.

Puncak acaranya sendiri adalah pemotongan tumpeng bersama para tamu undangan sebelum waktu salat dzuhur berlangsung. Acara diakhiri dengan penampilan teather dari pelajar setempat.

Reporter  : Saesar Wahid Andreatno
Editor      : Ica Annajmussaqib

Minggu, 25 Februari 2018

Pelantikan PAC IPNU IPPNU Kajoran dan Pimpinan Ranting IPNU & IPPNU Sutopati
Pelantikan PAC IPNU Kecamatan Kajoran

Kartika News, Kajoran - Pasca Konferancab dan Pembentukan Struktur Organisasi oleh tim formatur, akhirnya PAC (Pimpinan Anak Cabang) IPNU dan IPPNU Kecamatan Kajoran dilantik pada Ahad, 25 Februari 2018.

Tak hanya pengurus PAC saja yang dilantik melainkan pengurus Pimpinan Ranting IPNU dan IPPNU Desa Sutopati. Karena acara tersebut bertepatan dengan hari lahir IPNU ke-64 maka tema yang ditentukan adalah "Pelajar NUsantara Berkualitas di Era Kuantitas". Dengan tema tersebut, diharapkan kualitas pengurus IPNU dan IPPNU di kecamatan Kajoran meningkat agar menjadi teladan bagi pelajar lain.

Pelantikan PAC IPPNU Kecamatan Kajoran

Acara Pelantikan ini digelar di Komplek Kecamatan Kajoran. Lebih dari 200 orang menghadiri acara tersebut yang terdiri dari pembina, tamu undangan, pengurus dan delegasi dari ranting dan komisariat se-kecamatan Kajoran.

Pembina dan tokoh - tokoh IPNU di kecamatan Kajoran turut memberi pembekalan agar nantinya para pengurus bisa istiqomah dan tak kehilangan arah ketika berjuang di IPNU dan IPPNU.

Setelah rangkaian acara Pelantikan selesai, dilanjut dengan Rakerancab (Rapat Kerja Anak Cabang) yang bertujuan untuk memutuskan program kerja yang akan dikerjakan dalam satu masa khidmat mendatang.

Reporter : Ica Annajmussaqib

Minggu, 03 Desember 2017

Peduli Bencana Jogja, MAPASA STAIA Syubbanul Wathon Adakan Penggalangan Dana
Mahasiswa sedang melakukan penggalangan donasi di perempatan dekat kampus STAIA Syubbanul Wathon

Kartika News, Tempuran - Bencana banjir yang melanda daerah Gunungkidul membuat duka tersendiri bagi masyarakat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa Gunungkidul adalah wilayah yang cukup sulit untuk mendapatkan air.

Tingginya curah hujan serta Siklus Cempaka menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Gunungkidul. Tempat berkumpulnya air seperti sungai dan waduk yang tidak lagi menampung air hingga akhirnya air tersebut meluap dan mengalir ke pemukiman warga. Banyaknya sampah dan batu di sungai juga menjadi salah satu penyebab bencana ini.

MAPASA Syubbanul Wathon

Mendengar kabar tersebut, Mahasiswa Pecinta Alam STAIA Syubbanul Wathon atau MAPASA tidak tinggal diam. Mereka mengadakan kegiatan penggalangan dana di sebuah perempatan yang berada di depan kampus STAIA Syubbanul Wathon. Tempat tersebut dipilih karena terdapat lampu lalu lintas sehingga memudahkan mahasiswa untuk menggalang dana kepada setiap warga yang berkendara. Kegiatan ini juga telah mendapatkan izin dari Polsek Kecamatan Tempuran.

Selain di perempatan Meteseh, beberapa Mahasiswa juga bertolak ke Borobudur untuk menggalang dana. Ada juga Mahasiswa yang berkeliling ke warung dan pabrik di wilayah Kecamatan Tempuran untuk meminta donasi. Warga sekitar juga mengapresiasi dengan memotret Mahasiswa ketika menggalang dana serta memberi donasi tentunya.

Aksi penggalangan dana ini dilakukan selama 2 hari mulai dari tanggal 2 - 3 Desember 2017. Ketika uang yang terkumpul telah mencapai target akan dibelanjakan Sembako yang nantinya dikirimkan ke lokasi bencana.

Reporter : Ica Annajmussaqib
     

Rabu, 22 November 2017

Badik dan Vivi Lestari Terpilih Menjadi Ketua PAC IPNU & IPPNU Kajoran 2017-2019
Badik dan Vivi Lestari
      Kartika News, Kajoran – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran mengadakan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di MTs Ma’arif Wuwuharjo Kajoran , Minggu(12/11). Kegiatan yang dilaksanakan rutin 2 tahun sekali ini menjadi wahana berkumpulnya kader IPNU-IPPNU se Kecamatan Kajoran dari kalangan ranting, komisariat dan anak cabang. Konferancab merupakan forum diskusi tertinggi di tingkat anak cabang ini membahas beberapa hal yaitu: 1)pokok-pokok program organisasi dalam 2 tahun kedepan; 2)rekomendasi organisasi dan 3)memilih ketua IPNU dan IPPNU.

      IPNU-IPPNU sebagai bagian integral dari generasi muda Indonesia yang berstatus sebagai pelajar menjadi sangat penting keberadaannya. Ide/gagasan yang inovatif menjadi ciri utama setiap kader IPNU-IPPNU dalam menghadapi dinamika yang terjadi di negeri ini.

     Badik dan Vivi Lestari adalah kader IPNU-IPPNU yang terpilih untuk memimpin berjalannya organisasi PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kajoran Masa Khidmat 2017-2019. Kedua ketua yang sebelumnya menjadi telah malang melintang dalam perkembangan masa khidmat sebelumnya ini sama-sama mempunyai orientasi untuk memajukan IPNU-IPPNU Kajoran sebagai wadah mengoptimalkan potensi yang dimiliki anggota IPNU-IPPNU se Kecamatan Kajoran. (nandcbp)

Selasa, 19 September 2017

Baru 2 Hari Berlangsung, Sampah Banyak Berserakan di Area Perwimanas II

  Magelang, Kartika News - Perkemahan Wira Karya Ma'arif Nasional atau Perwimanas yang berlangsung di Lapangan Tembak  Slamet Sudibjo, Kec. Salaman, Kab. Magelang telah memasuki hari kedua. Acara ini dimulai pada hari Senin (18/9/2017).

   Meski baru 2 hari berlangsung, ternyata banyak sekali sampah yang berserakan di area Perwimanas II. Banyak peserta yang mengeluhkan akan hal ini karena banyaknya sampah membuat lingkungan tidak enak dipandang dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

   Banyaknya sampah yang berserakan ini juga bukan tanpa alasan, para peserta juga belum semuanya membuang sampah pada tempatnya. Tidak adanya tempat untuk mengumpulkan sampah juga menjadi penyebab masalah ini.

   Para peserta dan orang yang terlibat di Perwimanas II sendiri juga sudah menyampaikan kabar ini kepada Panitia. Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tindak lanjut terkait masalah ini.

   Beberapa orang yang sadar akan masalah ini baik itu Banser, Panitia Lokal bahkan peserta juga sudah mulai merapikan sampah - sampah ini agar tidak berserakan di area Perwimanas II.

Minggu, 03 September 2017

Pemantaban Calon Dewan Kerja Ranting Kecamatan Kajoran
instagram.com/dkr.kajoran/

  Kajoran - Dewan Kerja Ranting (DKR) Kecamatan Kajoran mengadakan kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (2-3/09) atau biasa disebut Persami di SD Negri Banjaragung dalam rangka pemantaban calon DKR Kecamatan Kajoran Periode 2017 - 2019.

  Acara ini sekaligus menjadi seleksi bagi para peserta, serta pembentukan mental fisik agar merka lebih siap untuk menjadi seorang DKR.

  Dalam waktu kurang dari seminggu, panitia berhasil menyiapkan acara ini dengan sangat baik. Untuk pesertanya sendiri total ada 37 anak yang berasal dari 3 SLTA di Kecamatan Kajoran, yakni SMK Ma'arif Walisongo, MA Salafiyah & MA Al Iman.

  Sayangnya kekompakan antar peserta masih kurang, hal itu terlihat dari kerjasama mereka ketika membangun tenda. Oleh karena itu, lewat acara ini diharapkan calon DKR bisa lebih kompak lagi.

  "Kekompakan, tanggung jawab, kreatifitas dan kedisiplinan mereka (calon DKR) harus lebih ditingkatkan lagi agar bisa bersinergi dengan baik" ujar Landung Santoso, Pembina DKR Kecamatan Kajoran.

  Selain itu, peserta juga diberi tugas untuk membuat proposal tentang Jambore Penggalang SD/SMP sebagai latihan sebelum mereka bertugas sebagai DKR.

  Untuk kedepannya, akan diadakan acara pembinaan struktural untuk calon DKR agar ide - ide mereka bisa keluar & tentunya untuk melengkapi manajemen DKR itu sendiri.

Reporter & Editor : Ica Annajmussaqib

Jumat, 01 September 2017

SMK Ma'arif Walisongo Kajoran Siap Juara 1 Lomba Web Design and Development Kabupaten Magelang 2017
Foto Bersama : Para jawara foto bersama, Nafi Ali Alawi (kiri), Achmad Masduqi (tengah), Ilvan Ardiyanto (kanan)

      Kartika News, Kajoran - Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Mata Lomba Web Design and Development telah sukses dilaksanakan SMK Ma'arif Walisongo Kajoran Magelang, Kamis (31/08). Kegiatan yang dimulai sejak hari Selasa 29 Agustus ini mempunyai tujuan pengembangan keterampilan siswa dalam bidang Web Design and Development.


     Kegiatan ini adalah kegiatan tahunan yang secara konsisten diadakan oleh sekolah berbasis teknologi informatika asal sebuah daerah di lereng Gunung Sumbing ini (Magelang). Kompetisi berkelas yang diadakan oleh Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Ma'arif Walisongo Kajoran ini diikuti 14 siswa dari perwakilan kelas X, XI dan XII.



Orientasi Kegiatan


     Kompetisi siswa tingkat sekolah ini salah satu orientasinya untuk menyiapkan peserta dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Magelang yang akan dilaksanakan pertengahan september mendatang. Menyiapkan diri menghadapi era ekonomi global baru-baru ini menjadi orientasi lain yang juga sangat penting untuk membentuk insan cerdas, siap berkarya dan siap kerja dalam bingkai smart, religious dan professional. LKS Web Design and Development tahun ini mengambil tema "Menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045".



Kejuaraan


     Nafi Ali Alawi (XII RPL) meraih tropi juara pertama pada perlombaan, Ahmad Masduqi (XII RPL) meraih juara II dan tropi Juara III diraih oleh Ilvan Ardiyanto (X RPL).

Selasa, 29 Agustus 2017

Pelantikan PC IPNU & IPPNU Kabupaten Magelang Masa Khidmat 2017 - 2019
Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Magelang

  Kartika News - Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Magelang telah mengadakan Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang pada sabtu (26/8) dan melibatkan lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Magelang.

  Kegiatan yang mengusung tema "Pelajar Cerdas, Cintanya Berkualitas" itu bertujuan untuk melegalkan kepengurusan PC IPNU IPPNU Kabupaten Magelang yang telah terpilih melalui Konfercab yang diadakan di Kecamatan Kajoran pada bulan Januari lalu.

  Selain itu, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk merumuskan program kerja PC IPNU IPPNU Kabupaten Magelang masa khidmat 2017 - 2019.

  "Harapan saya, kami dapat menjalankan proker yang sudah sudah ditetapkan pada Rapat Kerja dengan istiqomah, produktif dan membuahkan hasil yang berkualitas." ujar Miftahul Mujib selaku peserta sekaligus Ketua Panitia.

  Acara tersebut dibuka dengan penampilan akustik dari Cakrawala Band, PAC IPNU Salaman, dan penampilan hadrah dari PAC IPNU Mertoyudan. Acara semakin memukau dengan tampilnya seni pencak silat dari MTs Al Huda Mertoyudan.

  Sayangnya, Bupati Kabupaten Magelang, Zainal Arifin tidak dapat hadir ke gedung PC IPNU IPPNU Kabupaten Magelang dikarenakan sesuatu yang tidak bisa Beliau tinggalkan.


Reporter : Retno Sari

Selasa, 23 Mei 2017

Tangis Haru Peserta Makesta Ketika Baiat IPNU IPPNU Kajoran

     Kartika News - Hari terakhir (21/5/17) acara MAKESTA yang diselanggarakan di MTs/MA Salafiyah Penjalinan oleh PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran diwarnai dengan banyak tangisan haru dari para peserta. Acara yang membuat para peserta menangis haru adalah ketika pelaksanaan Baiat peserta Makesta.

    Acara ini dimulai pukul 3.30 pagi yang diikuti oleh semua peserta. Baiat ini dilaksanakan di lapangan MA Salafiyah Penjalinan. Udara yang dingin dan kegelapan mewarnai sepanjang baiat berlangsung. Bacaan sholawat pun dikumandangkan ketika acara baiat hampir selesai, para peserta pun terlihat mulai menangis mendengarnya.

    Tangisan peserta makin histeris ketika mereka semua mencium bendera merah putih dan bendera IPNU IPPNU. Saat itu ada salah satu peserta yang sangat histeris ketika mencium bendera merah putih yaitu Agus Isrodin. Tangisnya benar - benar pecah saat itu, emosinya juga campur aduk karena kecintaannya pada NU dan bangsa ini.

    Yang dirasakan peserta ketika sebelum baiat dan setelah baiat pun juga berbeda. "Sebelum baiat, yang saya rasakan itu biasa saja. Namun setelah baiat itu rasanya lebih semangat dan makin suka dengan IPPNU." ujar Rahayu Fuji, salah satu peserta Makesta IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran.

   Selain itu para peserta Makesta pun makin termotivasi untuk menjadi lebih baik dan akan mempelajari lebih jauh tentang IPNU IPPNU.

Reporter : Ica Annajmussaqib

Jumat, 19 Mei 2017

MAKESTA : Persatuan Untuk Menyongsong Masa Depan Cemerlang

    Kartika News - Pada hari jum'at 19 Mei 2017, Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kajoran mengadakan acara yang sangat besar, yaitu MAKESTA atau Masa Kesetiaan Anggota dengan tema "Persatuan Untuk Menyongsong Masa Depan Cemerlang.

    Acara ini diadakan di Gedung MA dan MTs Salafiyan Penjalinan, Kecamatan Kajoran yang dimulai pada pukul 15.00 dan dijadwalkn selesai pada hari Minggu pukul 14.30. Ada 53 peserta yang mengikuti acara ini baik dari ranting atau komisariat dan dari PAC IPNU IPPNU itu sendiri.

    Pada hari pertama, acara ini dibuka dengan sambutan - sambutan dari MWC NU Kecamatan Kajoran dan Tokoh Masyarakat dari Kecamatan Kajoran. Para peserta-pun terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara ini.

    Karena pesertanya ada yang berasal dari PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kajoran, maka materi yang diberikan pun dibedakan sesuai dengan tanggung jawab yang diemban oleh para peserta. Hal ini bertujuan untuk menyiapkan kader - kader PAC IPNU IPPNU Kajoran yang siap mempersiapkan masa depan cemerlang, sesuai dengan temanya, yaitu "Persatuan Untuk Menyongsong Masa Depan Yang Cemerlang".

    Saat ini memang sedang marak muncul gerakan - gerakan radikal untukmemecah belah NKRI, sehingga acara seperti ini sangat penting untuk mempersatukan generasi - generasi NU yang siap membela NKRI. Semoga dengan acara ini, persatuan kita makin kuat agar bisa memerangi gerakan radikal tersebut.

Reporter : Ica Annajmussaqib

Selasa, 28 Februari 2017

LIMA MADRASAH TSANAWIYAH (MTS) MELAKSANAKAN SIMULASI UNBK DI SMK MA’ARIF WALISONGO KAJORAN


KARTIKA NEWS, Kajoran – Lima Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Kajoran melaksanakan simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dalam 3 gelombang, Senin-Selasa, (28-29/02). Madrasah yang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di SMK Ma’arif Walisongo Kajoran ini terdiri dari MTs Walisongo Sidowangi, MTs Al-Iman Sangen, MTs Al-Iman Mranggen, MTs Al-Islam Wonogiri dan MTs Ma’arif Wuwuharjo.

Pengadaan perlengkapan dan efisiensi waktu dalam persiapan menjadi masalah utama lima sekolah ini sehingga harus melaksanakan simulasi di salah satu sekolah tingkat menengah atas yang dari segi persiapan sudah bisa dikatakan hampir matang. Bahkan kehabisan stok perlengkapan UNBK di toko-toko komputer juga menghiasi masalah dalam perpindahan era menuju era digitalisasi ini. “kemarin saya dapat kabar, di salah satu toko komputer sudah ada yang kehabisan stok perlengkapan, bahkan salah satu sekolah rela membeli monitor tabung demi kelancaran UNBK karena monitor LCD dan LED sudah kehabisan stok”, ungkap salah satu guru yang menuturkan belum siapnya secara maksimal UNBK tahun ini.

Simulasi kali ini mempunyai hubungan yang bersifat mutualisme. MTs yang menginduk merasa diuntungkan dalam segi persiapan perlengkapan, yaitu sebagian besar komputer client, jaringan internet dan komputer server yang sudah disediakan sekolah induk. Walaupun setiap sekolah yang menginduk juga harus menutup kekurangan beberapa komputer client yang memang dari segi jumlah masih kurang karena banyaknya kebutuhan yang harus disiapkan. Begitu juga dari pihak sekolah induk yang statusnya sekolah menengah atas juga mendapatkan dampak positif dari pelaksanaan UNBK oleh lima sekolah yang dipusatkan di sekolah ini. Pasalnya proses sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sangat tertolong dengan ikutnya 202 peserta tingkat MTs tersebut.

Acara yang dimulai dari pukul 07.30 sampai 15.00 WIB ini juga mengalami beberapa kendala diantaranya jauhnya jarak rumah siswa menuju sekolah induk (tempat pelaksanaan simulasi), bahkan beberapa dari mereka harus memutari salah satu pegunungan di daerahnya menuju sekolah tujuan. Padamnya listrik dari PLN dalam rangka penebangan pohon di daerah kota untuk keperluan persiapan UNBK juga menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan simulasi UNBK tersebut, ehingga dalam pelaksanaan hari kedua digunakan diesel untuk menunjang tetap berjalannya kegiatan tersebut.

Reporter : Muhammad Adnan