Selasa, 05 Mei 2020

Pemuda Masa Corona

Sumber images : https://www.matakota.id/uploads/images/news/1581073203871.jpg


Oleh : Tanaka Ketua PR IPNU Desa Sutopati


Hahahaha mari tertawa bersama untuk negeri

Untuk kelucuan dimasa ini yang teramat ngeri

Dimana jutaan pemuda sedang merasa tak takut mati

Melihat keadaan dari keputusan yang membuat keadaan tanpa kendali

 

 Bung!! generasi pemuda yang kau inginkan sedang berperang

 Hadapi virus sialan yang sengaja di lepaskan

 Hadapi putusan seorang pembantu yang mengaku lidah jutaan orang

 Virus dari sampah yang sudah tak di perlukan dalam kehidupan

 

Bung !! Aku salah satu dari jutaan

Yang mengejar sampah layaknya berburu babi hutan

Tonggak kecil bekas sisa rumput gajah bersaksi

Dari tetes asin keringat ketika kami kejar si babi

Menyebalkan bung!!

 

 Harusnya kami datang ke surau dengan gembira

 Sial nasib ini bung!!

 Harusnya kami berteriak saur saur saur di sebuah mushola

 Tragis sekali bung!!

 

 Ketika kami ingin tidur dan justru 24 jam kami terjaga

 Kami lelah bung !!

 Tapi kami tidak siap menerima kabar dari seoraang tetangga kehilangan harta

 Kami menggila bung!!

 Saat nyawa lebih kami murahkan dari tabung gas 3 kiloan


Redaktur Kartika News


Sabtu, 16 Maret 2019

Adnan & Ellen, Harapan Baru Menuju IPNU & IPPNU Magelang Yang Gemilang
Muhammad Adnan & Nahda Ellen Fandinka di acara Harlah IPNU ke-64 dan IPPNU ke-65

     Kartika News – Konferensi Cabang IPNU & IPPNU yang diselenggarakan pada tanggal 3 Maret 2019 di Pondok Pesantren Roudlotut Thulob akhirnya berjalan dengan lancar tanpa halangan yang berarti. Adapun beberapa hal yang dibahas dalam forum tertinggi IPNU & IPPNU di tingkat kabupaten ini mulai dari sidang tata tertib hingga pemilihan ketua yang menghasilkan Muhammad Adnan sebagai Ketua terpilih PC IPNU masa khidmat 2019-2021 dan Nahda Ellen Fandinka sebagao Ketua terpilih PC IPPNU masa khidmat 2019–2021. 

        Suatu kebetulan dan rencana Tuhan, kedua kader IPNU & IPPNU ini tadinya mejabat sebagai Komandan DKC CBP & KPP Kabupaten Magelang. Dengan latar belakang tersebut, tentunya ada sebuah harapan besar yang dibawa oleh kedua Ketua terpilih ini. Terpilihnya Komandan demisioner ini juga merupakan sebuah kesempatan bagi mereka berdua untuk membuktikan sekali lagi bahwa mereka dalah kader inti IPNU & IPPNU. 

       Kedua Ketua terpilih memiliki harapan dan cita – cita besar untuk masa khidmat ini, “Tentunya dengan adanya amanah ini, bisa menjadikan saya menjadi lebih baik secara personal, Kemudian saya juga berharap supaya Pelajar putri NU se-Kabupaten Magelang bisa bersinergi dengan baik untuk bersama-sama ngaji,memperbaiki diri dan berupaya menjadi bermanfaat untuk orang lain melalui IPPNU” ujar Ellen, ketua terpilih IPPNU masa khidmat 2019-2021. 

       Berbeda dengan Ellen, Muhammad Adnan sendiri awalnya merasa tidak percaya bahwa dirinya menjadi Ketua PC IPNU Kabupaten Magelang. Pun begitu, Muhammad Adnan memiliki target besar untuk 2 tahun kedepan, “Target saya, punya fokus garapan di bidang komisariat (bukan fokus di komisariat saja). Ada beberapa pertimbangan kenapa komisariat perlu diberi perhatian khusus, mengacu pada hasil Konfercab di Komisi kaderisasi, sangat banyak rekomendasi-rekomendasi yang berbicara tentang konsep kaderisasi di komisariat.” 

      Adnan juga mengaku bahwa dirinya menargetkan berdirinya Komisariat Perguruan tinggi di Kabupaten Magelang ketika masa khidmat 2019-2021 ini. Selain itu, Adnan juga menekan tentang pengembangan dan pengoptimalan SDM yang dimiliki IPNU Kabupaten Magelang. Tentunya kedua ketua terpilih ini memiliki target dan harapan yang berbeda, namun nantinya tetap bersinergi untuk menuju IPNU & IPPNU Kabupaten Magelang yang Gemilang. 

#qibill


Sabtu, 18 Agustus 2018

Maksimalkan Kaderisasi, PC IPNU & IPPNU Kabupaten Magelang Selenggarakan LAKMUD
Logo Lakmud PC IPNU & IPPNU Kabupaten Magelang 2018
   Kartika News - IPNU dan IPPNU merupakan ujung tombak dari salah Ormas terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama. Dalam mengoptimalkan posisi IPNU dan IPPNU sebagai organisasi pengkaderan, maka Pimpinan Cabang (PC) PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Magelang menyelenggarakan acara LAKMUD.

   LAKMUD atau Latihan Kader Muda merupakan tahapan kedua dari proses pengkaderan di IPNU IPPNU. Adapun tahap pertama dalam pengkaderan IPNU IPPNU adalah MAKESTA atau Masa Kesetiaan Anggota yang merupakan gerbang masuknya kader ke dalam kepengurusan IPNU & IPPNU.

   Dari sekian banyak peserta yang ikut LAKMUD ini, hanya ada 40 saja yang lolos dan bisa mengikuti tahap selanjutnya. 40 peserta tersebut terbagi dalam 17 IPNU dan 23 IPPNU dari berbagai PAC IPNU IPPNU di Kabupaten Magelang. Nantinya 40 kader tersebut akan mengikuti rangkaian acara LAKMUD pada tanggal 23 - 26 Agustus 2018 di Pondok Pesantren As Salafi, Simunggang, Sidowangi, Kajoran.

   Berdasarkan data dari Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Magelang, ada 4.212 kader yang sudah melaksanakan MAKESTA. Darisinilan PC IPNU IPPNU Kabupaten Magelang memfasilitasi para alumni MAKESTA untuk mengikuti tahapan selanjutnya dari pengkaderan IPNU & IPPNU.

    "Harapannya, kader - kader pilihan yang sudah mengikuti LAKMUD ini akan menjadi pelopor yang menggerakan roda organisasi IPNU IPPNU serta menjadi generasi penerus baik di tingkat Pimpinan Cabang ataupun Anak Cabang IPNU IPPNU di Kabupaten Magelang" ujar Herni Ambarwati, Ketua PC IPPNU Kabupaten Magelang. (qibill)

Jumat, 17 Agustus 2018

SW Bandongan Dilantik: Komisariat IPNU&IPPNU Lebih Baik Dari OSIS
Penyerahan SP : Khoiril Anwar Sekretaris PC IPNU (kanan) Menyerahkan Surat Pengesahan Pimpinan Komisariat kepada Ketua Komisariat terpilih (kiri).

Kartika News, Bandongan - Pimpinan Komisariat SMP Syubbanul Wathon Bandongan Masa Khidmat 2018-2019 mengadakan pelantikan pengurus, Jumat (17/8). Kegiatan yang dilaksanakan setelah upacara peringatan HUT RI Ke-73 ini dibimbing langsung oleh Pimpinan Cabang IPNU&IPPNU Kabupaten Magelang.

PC IPPNU dalam prosesi pelantikan Komisariat SW Bandongan
Pelantikan sebagai salah satu upaya simbolik sebagai bentuk eksistensi legalitas kepengurusan IPNU&IPPNU mempunyai peran yang cukup penting untuk menciptakan semangat baru untuk kemajuan organisasi dimasa yang akan datang. "Ketika kami memakai komisariat IPNU&IPPNU justru melebihi OSIS di sekolah-sekolah pada umumnya, karena Surat Pengesahan diturunkan langsung dari kabupaten tidak hanya sekolah" ungkap Eka, salah satu pembina IPNU Komisariat SMP Syubbanul Wathon Bandongan.

Dalam proses pelantikan tersebut pihak SMP Syubbanul Wathon Bandongan juga mengemukakan bahwa dengan bergantinya OSIS menjadi Komisariat IPNU&IPPNU kegiatan kesiswaan akan lebih maju karena bidang garap IPNU&IPPNU ini sangatlah kompleks dan saling terintegrasi dari tingkat nasional hingga sekolah sekalipun. (nandcbp)

Selasa, 27 Maret 2018

Peringati Hari Lahir, PC IPNU & IPPNU Kabupaten Magelang Gelar Festival Seni Budaya
Festival Seni Budaya dalam rangka peringatan harlah IPNU ke-64 dan IPPNU ke-63
Kartika News, Mungkid - Dalam rangka memperingati hari lahir IPNU ke-64 dan IPPNU ke-63, PC (Pimpinan Cabang) IPNU dan IPPNU Kabupaten Magelang mengadakan Festival Seni Budaya (25/3). Acara ini dimeriahkan oleh Mansa Voice, Cakrawala Band, dan Damar Jombad yang diiringi dengan instrumen Gending Jawi.

Festival ini digelar di Gedung PCNU Kabupaten Magelang, tepatnya di area aula. Herni Ambarwati selaku penanggung jawab acara mengaku sangat senang atas partisipasi pelajar NU di Kabupaten Magelang mulai dari tingkat PAC (Pimpinan Anak Cabang), PR (Pimpinan Ranting) dan Komisariat dalam memeriahkan acara tersebut.

"Festival ini bertujuan untuk menggali skill dan potensi Pelajar seluruh kabupaten Magelang." ucam Herni.

Walau demikian, acara ini sempat mengalami sedikit kendala karena para tamu undangan terlambat menghadiri acara ini. Namun tidak menjadi masalah karena acara ini tetap berlangsung sesuai jadwal.

"Dalam menangani hal semacam ini kami tetap berpatok pada jadwal acara" tungkas Herni, Ketua PC IPPNU Kabupaten Magelang di tempat.

Puncak acaranya sendiri adalah pemotongan tumpeng bersama para tamu undangan sebelum waktu salat dzuhur berlangsung. Acara diakhiri dengan penampilan teather dari pelajar setempat.

Reporter  : Saesar Wahid Andreatno
Editor      : Ica Annajmussaqib

Minggu, 03 Desember 2017

Peduli Bencana Jogja, MAPASA STAIA Syubbanul Wathon Adakan Penggalangan Dana
Mahasiswa sedang melakukan penggalangan donasi di perempatan dekat kampus STAIA Syubbanul Wathon

Kartika News, Tempuran - Bencana banjir yang melanda daerah Gunungkidul membuat duka tersendiri bagi masyarakat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa Gunungkidul adalah wilayah yang cukup sulit untuk mendapatkan air.

Tingginya curah hujan serta Siklus Cempaka menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Gunungkidul. Tempat berkumpulnya air seperti sungai dan waduk yang tidak lagi menampung air hingga akhirnya air tersebut meluap dan mengalir ke pemukiman warga. Banyaknya sampah dan batu di sungai juga menjadi salah satu penyebab bencana ini.

MAPASA Syubbanul Wathon

Mendengar kabar tersebut, Mahasiswa Pecinta Alam STAIA Syubbanul Wathon atau MAPASA tidak tinggal diam. Mereka mengadakan kegiatan penggalangan dana di sebuah perempatan yang berada di depan kampus STAIA Syubbanul Wathon. Tempat tersebut dipilih karena terdapat lampu lalu lintas sehingga memudahkan mahasiswa untuk menggalang dana kepada setiap warga yang berkendara. Kegiatan ini juga telah mendapatkan izin dari Polsek Kecamatan Tempuran.

Selain di perempatan Meteseh, beberapa Mahasiswa juga bertolak ke Borobudur untuk menggalang dana. Ada juga Mahasiswa yang berkeliling ke warung dan pabrik di wilayah Kecamatan Tempuran untuk meminta donasi. Warga sekitar juga mengapresiasi dengan memotret Mahasiswa ketika menggalang dana serta memberi donasi tentunya.

Aksi penggalangan dana ini dilakukan selama 2 hari mulai dari tanggal 2 - 3 Desember 2017. Ketika uang yang terkumpul telah mencapai target akan dibelanjakan Sembako yang nantinya dikirimkan ke lokasi bencana.

Reporter : Ica Annajmussaqib
     

Selasa, 29 Agustus 2017

Pelantikan PC IPNU & IPPNU Kabupaten Magelang Masa Khidmat 2017 - 2019
Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Magelang

  Kartika News - Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Magelang telah mengadakan Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang pada sabtu (26/8) dan melibatkan lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah di Kabupaten Magelang.

  Kegiatan yang mengusung tema "Pelajar Cerdas, Cintanya Berkualitas" itu bertujuan untuk melegalkan kepengurusan PC IPNU IPPNU Kabupaten Magelang yang telah terpilih melalui Konfercab yang diadakan di Kecamatan Kajoran pada bulan Januari lalu.

  Selain itu, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk merumuskan program kerja PC IPNU IPPNU Kabupaten Magelang masa khidmat 2017 - 2019.

  "Harapan saya, kami dapat menjalankan proker yang sudah sudah ditetapkan pada Rapat Kerja dengan istiqomah, produktif dan membuahkan hasil yang berkualitas." ujar Miftahul Mujib selaku peserta sekaligus Ketua Panitia.

  Acara tersebut dibuka dengan penampilan akustik dari Cakrawala Band, PAC IPNU Salaman, dan penampilan hadrah dari PAC IPNU Mertoyudan. Acara semakin memukau dengan tampilnya seni pencak silat dari MTs Al Huda Mertoyudan.

  Sayangnya, Bupati Kabupaten Magelang, Zainal Arifin tidak dapat hadir ke gedung PC IPNU IPPNU Kabupaten Magelang dikarenakan sesuatu yang tidak bisa Beliau tinggalkan.


Reporter : Retno Sari

Kamis, 25 Mei 2017

Kamil Ramadhan, Hafidz Cilik Asal Magelang
   Kartika News - Ajang Hafidz Indonesia telah dimulai, acara yang tayang di RCTI ini bertujuan untuk mencari hafidz dan hafidzah cilik yang sangat berpotensi di Indonesia. Setiap penulis menonton acara ini, air mata sering turun dari mata karena muliyanya bacaan di Al Qur'an. Penulis juga sering cemburu dengan mereka yang masih kecil, tapi sudah hafal Al Qur'an.

   Ajang Hafidz Indonesia 2017 inipun diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah. Adapun syarat untuk ikut dalam ajang ini adalah hafal Al Qur;'an minimal 5 juz dan berumur 3 sampai 10 tahun. Namun ada sesuatu yang spesial dengan Hafidz Indonesia 2017 ini karena ada salah satu peserta yang berasal dari Magelang.


   Kamil Ramadhan (10), seorang hafidz cilik yang berasal dari Dusun Kajoran, Desa Rejosari, Bandongan, Magelang. Ketika dia berusia 1,5 tahun, Kamil sudah ditinggal oleh ayahnya. Sedangkan ibunya adalah seorang pengrajin besek untuk mencukupi kebutuhan sehari - hari.

   Saat Kamil berusia 6,5 tahun, ia sudah hafal 30 juz Al Qur'an. Kini usianya sudah beranjak 10 tahun dan kini dia sedang menjadi salah satu peserta Hafidz Indonesia 2017. Mari kita doakan bersama - sama agar dia bisa menjadi pemenang di ajang tersebut dan bisa memotivasi anak - anak lain terutama di Magelang agar lebih mencintai Al Qur'an.

   Semoga usahamu berbuah manis Kamil Ramadhan, kami tim redaksi Kartika News akan selalu mendoakanmu.

Reporter : Ica Annajmussaqib